Langsung ke konten
Marketplace plugin OJS dari Publiora untuk tim jurnal Indonesia

ORCID bukan formalitas, ini kenapa jurnal Anda perlu menampilkannya

12 Agustus 202610 menit baca

ORCID itu empat kelompok angka yang mengidentifikasi seorang peneliti secara unik di seluruh dunia: 0000-0002-1234-5678. Formatnya selalu sama, tidak pernah berubah walau pemiliknya pindah institusi, ganti nama, atau pensiun. Itu bedanya dari nama, email, atau afiliasi yang bisa sama dengan orang lain atau berubah kapan saja.

Sebagian besar peneliti Indonesia yang aktif publish sudah punya ORCID. Banyak yang dibuatkan saat diminta Sinta atau saat submit ke jurnal internasional. Tapi memiliki ORCID dan mengisinya di jurnal Anda itu dua hal yang berbeda, dan celah di antara keduanya lah yang menjadi masalah.

Panduan ini menjelaskan kenapa celah itu merugikan jurnal Anda, bagaimana OJS menangani ORCID di setiap versi, dan pilihan apa yang realistis untuk menutupnya.

Apa yang terjadi kalau ORCID terisi di OJS

Kalau kolom ORCID terisi untuk seorang penulis di sebuah artikel OJS, beberapa hal terjadi yang tidak terjadi kalau kolom itu kosong:

Kalau kosong, semua di atas tidak terjadi. Artikel terbit tanpa identitas unik penulisnya, terisolasi dari karya lain mereka, dan metadata yang dikirim ke Crossref tidak memiliki penghubung.

  • Halaman artikel publik menampilkan ikon ORCID yang bisa diklik ke profil penulis di orcid.org. Pengunjung langsung tahu siapa penulisnya dan bisa melihat karya lain mereka.
  • Kalau jurnal Anda mendepositkan DOI ke Crossref, ORCID ikut terkirim di metadata. Ini membuat artikel otomatis muncul di profil ORCID penulis tanpa penulis harus menambahkannya sendiri.
  • Layanan pengindeks yang memakai data Crossref (Google Scholar, OpenAlex, Dimensions) bisa menghubungkan karya penulis yang sama lintas jurnal. Ini membantu disambiguasi, yaitu membedakan dua orang dengan nama sama.
  • Asesor akreditasi yang membuka halaman artikel melihat identitas penulis yang lengkap dan terstandar internasional.

Kenapa makin banyak yang mewajibkannya

Tren ini bukan Indonesia saja. Tapi di Indonesia percepatannya terasa karena beberapa hal bertemu:

Tekanannya datang dari beberapa arah sekaligus: regulasi, standar internasional, ekspektasi penulis, dan penilaian akreditasi. Jurnal yang belum memperhatikan ini akan makin terlihat ketinggalan.

  • Sinta sudah lama meminta peneliti mendaftarkan ORCID. Banyak yang sudah punya, hanya saja tidak memakai secara aktif.
  • Crossref mempermudah deposit ORCID bersama DOI, dan makin banyak jurnal Indonesia yang menggunakan Crossref. Metadata tanpa ORCID terlihat tidak lengkap dibanding jurnal lain yang menyertakannya.
  • Jurnal internasional mewajibkan ORCID saat submission. Penulis Indonesia yang terbiasa dengan proses itu mulai bertanya kenapa jurnal dalam negeri tidak melakukan hal sama.
  • Penilaian pengelolaan jurnal oleh asesor mempertimbangkan kelengkapan metadata. ORCID yang konsisten terisi di mayoritas artikel menunjukkan pengelolaan yang serius.

Kondisi di lapangan: sudah punya tapi tidak mengisi

Masalah terbesar bukan penulis yang tidak punya ORCID. Masalahnya adalah penulis yang sudah punya tapi tidak mengisinya saat submit ke jurnal Anda.

Alasannya macam macam dan semuanya manusiawi:

Hasilnya: jurnal yang sudah berjalan bertahun tahun punya campuran artikel dengan ORCID dan tanpa ORCID. Yang kosong biasanya lebih banyak, karena kesadaran soal ORCID baru tumbuh belakangan.

  • Kolom ORCID di formulir OJS tidak wajib. Kalau tidak wajib, sebagian orang akan melewatinya karena malas mencari nomornya.
  • Sebagian penulis membuat ORCID sekali saat diminta lalu tidak pernah membukanya lagi. Mereka lupa nomornya.
  • Di OJS 3.5 yang mewajibkan otorisasi OAuth, prosesnya terasa asing bagi penulis yang kurang akrab dengan teknologi. Mereka harus berpindah ke situs lain, login, memberi izin aplikasi, lalu kembali. Banyak yang berhenti di tengah jalan.
  • Penulis yang sudah pernah submit sebelum jurnal mengaktifkan ORCID, datanya tetap kosong di artikel lama dan tidak ada mekanisme otomatis untuk mengisinya mundur.

Bagaimana OJS menangani ORCID per versi

Ini penting dipahami karena pilihannya berbeda tergantung versi yang Anda jalankan:

Perubahan di 3.5 ini secara prinsip benar: ORCID yang dibuktikan lebih bernilai daripada ORCID yang diketik. Tapi secara operasional, ini membuat banyak jurnal kehilangan kemampuan melengkapi metadata penulis lama yang tidak responsif.

  • OJS 3.3 dan 3.4: kolom ORCID adalah teks biasa yang bisa diketik siapa saja, baik oleh penulis saat submit maupun oleh editor di panel metadata. Validasi format sudah ada, tapi verifikasi kepemilikan tidak. Artinya secara teknis seseorang bisa mengetik ORCID milik orang lain tanpa pengecekan.
  • OJS 3.5: pendekatan berubah total. Kolom tidak lagi bisa diketik. Satu satunya cara mengisi adalah lewat tombol yang membawa penulis ke orcid.org untuk mengotorisasi. Setelah berhasil, OJS menyimpan nomor beserta token yang membuktikan pemilik aslinya yang menghubungkan. Nomor yang sudah tersimpan dari versi sebelumnya tetap ada, tapi statusnya tidak terverifikasi.

Tiga skenario dan pilihan realistisnya

Tidak ada satu jawaban yang benar untuk semua jurnal. Tergantung versi OJS, kondisi arsip, dan kemampuan operasional tim Anda:

Skenario A: Jurnal masih di OJS 3.3 atau 3.4

Anda beruntung karena kolom masih bisa diketik. Yang perlu dilakukan:

  • Buat kolom ORCID wajib di formulir submission. Ini menghentikan masalah di sumber untuk artikel baru.
  • Untuk artikel lama yang ORCID-nya kosong, minta asisten editorial mencari ORCID penulis dari profil Scholar atau situs kampus mereka, lalu isikan di metadata.
  • Verifikasi sebelum mengisi: buka orcid.org/[nomor] dan pastikan nama di sana cocok dengan nama penulis di artikel Anda.
  • Kalau Anda berencana upgrade ke 3.5, lengkapi sebanyak mungkin sekarang selagi kolom masih bisa diisi manual.

Skenario B: Jurnal di OJS 3.5, penulis aktif dan kooperatif

Kalau basis penulis Anda responsif dan akrab dengan teknologi, jalur resmi OJS 3.5 adalah yang paling benar:

Kelebihannya: setiap ORCID yang terisi dijamin milik orang yang benar. Kekurangannya: tingkat respons dari penulis lama biasanya rendah, terutama yang sudah tidak aktif.

  • Aktifkan ORCID plugin dan pastikan koneksi ke ORCID.org berjalan.
  • Kirim permintaan ke penulis aktif untuk menghubungkan ORCID mereka lewat antarmuka OJS.
  • Manfaatkan momen submission baru: jadikan otorisasi ORCID sebagai bagian dari proses yang tidak bisa dilewati.
  • Untuk arsip lama, kirim email batch ke penulis yang ORCID-nya masih kosong dengan tautan langsung ke proses otorisasi.

Skenario C: Jurnal di OJS 3.5, banyak penulis tidak responsif

Ini skenario yang paling umum di Indonesia. Jurnal sudah upgrade ke 3.5, tapi ratusan artikel lama punya penulis yang tidak akan pernah kembali menghubungkan ORCID. Sebagian sudah pindah institusi, pensiun, atau tidak memantau email lama.

Pilihannya:

Pendekatan campuran ini yang paling realistis untuk sebagian besar jurnal Indonesia saat ini. Yang penting bukan keseragaman metode, tapi kelengkapan hasil akhirnya di halaman publik.

  • Biarkan kosong. Paling aman secara data, tapi kelengkapan metadata Anda akan stagnan. Tidak cocok kalau akreditasi mendekat.
  • Kembalikan kolom input manual lewat plugin. ORCID bisa diketik lagi oleh editor dengan validasi format otomatis. Tanggung jawab kebenaran nomor ada di tim Anda, jadi pastikan sumbernya bisa dipertanggungjawabkan (profil Scholar yang terverifikasi, korespondensi dengan penulis, halaman kampus resmi).
  • Campuran: pakai jalur resmi OAuth untuk penulis baru dan yang responsif, pakai input manual untuk arsip lama yang sumbernya jelas.

Cara memverifikasi ORCID yang diketik manual

Kalau Anda memilih jalur input manual, baik di OJS 3.3/3.4 maupun lewat plugin di 3.5, verifikasi ini wajib sebelum menyimpan:

Proses ini memang lebih lambat daripada sekadar menyalin nomor. Tapi ORCID yang salah lebih merusak daripada ORCID yang kosong, karena kesalahan itu ikut terkirim ke Crossref dan sulit diperbaiki setelahnya.

  • Format harus tepat: 0000-0000-0000-000X (empat kelompok empat digit, dipisah tanda hubung, karakter terakhir bisa angka atau X).
  • Buka orcid.org/[nomor] di browser. Halaman profil harus ada dan nama yang tertera harus cocok dengan nama penulis di artikel.
  • Kalau profil tidak ada atau nama tidak cocok, jangan simpan. Lebih baik kosong daripada salah.
  • Catat sumber verifikasi Anda (misalnya "dicocokkan dari profil Google Scholar penulis yang terhubung ke ORCID yang sama"). Ini berguna kalau nanti ditanya.

Dampak ke metadata Crossref

Ini bagian yang sering dilewatkan: ORCID di OJS bukan hanya soal tampilan. Kalau jurnal Anda mendepositkan DOI ke Crossref, metadata yang dikirim menyertakan ORCID kalau ada. Dan efek di sisi penulis sangat nyata:

Jadi mengisi ORCID di OJS bukan hanya soal kepatuhan atau tampilan halaman. Ini menghubungkan karya penulis ke jaringan global metadata ilmiah. Sekali terhubung, efeknya bertahan tanpa perlu diurus lagi.

  • Artikel otomatis muncul di bagian Works pada profil ORCID penulis tanpa mereka menambahkan manual. Penulis melihat karyanya bertambah dengan sendirinya.
  • Layanan lain yang membaca data Crossref (Dimensions, OpenAlex, Research Gate, bahkan beberapa sistem Sinta baru) ikut menghubungkan karya penulis berdasarkan ORCID.
  • Kalau ORCID tidak disertakan saat deposit, hubungan ini tidak tercipta, dan penulis harus menambahkan artikel ke profil ORCID mereka secara manual, yang sebagian besar tidak akan dilakukan.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah ORCID wajib untuk akreditasi Sinta?

Tidak ada pernyataan resmi bahwa satu artikel tanpa ORCID akan gagalkan akreditasi. Tapi kelengkapan metadata penulis secara keseluruhan termasuk yang dinilai. Jurnal yang mayoritas artikelnya memiliki ORCID tampak dikelola lebih serius dibanding yang mayoritas kosong.

Bagaimana kalau penulis menolak memberikan ORCID?

Untuk artikel baru, Anda bisa mewajibkannya sebagai syarat submission. Untuk artikel lama, Anda tidak bisa memaksa. Yang realistis adalah mengisi dari sumber publik yang bisa diverifikasi, atau membiarkan kosong kalau sumbernya tidak ada.

Apakah aman mengisi ORCID orang lain tanpa izin mereka?

ORCID adalah pengenal publik. Menampilkan ORCID seseorang di artikel yang memang mereka tulis bukan pelanggaran privasi, sama seperti menampilkan nama dan afiliasi mereka. Yang salah adalah memasukkan nomor yang bukan milik penulis tersebut. Selama nomor benar dan penulis memang penulis artikel itu, tidak ada masalah.

Apakah perlu menghubungi setiap penulis untuk meminta izin?

Secara teknis tidak perlu untuk menampilkan ORCID publik mereka di artikel yang memang mereka tulis. Tapi mengirim pemberitahuan bahwa ORCID mereka sudah ditampilkan adalah praktik yang baik dan profesional, sekaligus memberi mereka kesempatan mengoreksi kalau ada kesalahan.

Plugin apa yang mengembalikan input manual ORCID di OJS 3.5?

Orcidra menambahkan kembali kolom ORCID yang bisa diketik di profil penulis dan di data penulis per artikel, dengan validasi format otomatis (harus sesuai pola 0000-0000-0000-000X). Kolom bawaan OJS 3.5 yang memakai otorisasi OAuth tetap ada dan tetap berfungsi. Plugin hanya menambah jalur alternatif, bukan menggantikan.

Butuh bantuan yang lebih spesifik untuk jurnal Anda? Buka tiket bantuan.