Langsung ke konten
Marketplace plugin OJS dari Publiora untuk tim jurnal Indonesia

Jurnal yang menunjukkan sitasinya menarik lebih banyak penulis berkualitas

12 Agustus 20267 menit baca

Pengelola jurnal sering bertanya apakah menampilkan data sitasi benar benar membuat perbedaan, atau cuma kosmetik yang tidak mengubah apa apa. Jawabannya tergantung siapa yang melihat.

Untuk pembaca biasa, mungkin tidak banyak berubah. Tapi untuk dua kelompok yang paling menentukan nasib jurnal Anda, yaitu calon penulis yang sedang memilih target submit dan asesor yang sedang menilai kualitas, data sitasi yang terlihat mengubah keputusan mereka.

Apa yang dilihat calon penulis saat memilih jurnal

Peneliti yang punya naskah bagus biasanya memilih dari beberapa kandidat jurnal. Yang mereka lihat pertama di halaman jurnal: scope cocok atau tidak, lalu seberapa bagus jurnal ini. Indikator seberapa bagus yang paling cepat terlihat tanpa harus membaca apa pun: apakah artikel di sini dikutip orang lain.

Jurnal yang menampilkan daftar artikel paling banyak disitasi memberikan sinyal instan: orang lain sudah mempercayai hasil kerja yang diterbitkan di sini. Itu membuat penulis merasa naskahnya akan berada di tempat yang layak.

Sebaliknya, jurnal yang tidak menunjukkan indikator dampak apa pun di halaman publik terlihat sama saja dengan ratusan jurnal lain yang scope-nya serupa. Penulis tidak punya alasan untuk memilih yang satu dari yang lain.

Siklus yang menguntungkan

Ini bukan teori. Mekanismenya sederhana dan bisa diamati:

Siklus ini tidak dimulai dari angka besar. Dimulai dari memperlihatkan apa yang sudah ada, sekecil apa pun. Jurnal yang artikelnya sudah pernah dikutip dua tiga kali pun mendapat keuntungan dari menampilkannya, karena alternatifnya adalah tidak menampilkan apa apa dan terlihat sama dengan jurnal yang memang tidak pernah dikutip.

  • Jurnal menampilkan bukti bahwa artikelnya dikutip.
  • Calon penulis berkualitas melihat itu dan merasa ini jurnal yang serius.
  • Mereka submit naskah yang bagus.
  • Naskah bagus diterbitkan, lalu dikutip oleh orang lain.
  • Angka sitasi jurnal naik lagi.
  • Penulis berikutnya melihat angka yang lebih tinggi dan semakin yakin.

Apa yang dilihat asesor

Proses penilaian akreditasi melihat banyak indikator, dan sitasi bukan satu satunya. Tapi dari sudut pandang asesor yang membuka halaman publik jurnal Anda, bukti dampak yang langsung terlihat tanpa harus masuk ke sistem lain itu memudahkan pekerjaan mereka.

Asesor tidak punya waktu untuk membuka Google Scholar dan mengecek sitasi per artikel secara manual. Kalau angkanya sudah ada di halaman jurnal Anda, mereka langsung mendapat gambaran. Kalau tidak ada, mereka melanjutkan ke indikator lain dan kesan soal dampak jurnal Anda tidak terbentuk.

Ini bukan soal memanipulasi penilaian. Ini soal menyajikan apa yang memang sudah jadi milik Anda di tempat yang tepat.

Yang boleh dan tidak boleh dilakukan

Menampilkan data sitasi punya batasnya dan ini penting untuk menjaga kredibilitas:

Selama angka yang ditampilkan bisa diverifikasi pembaca dengan membuka Scholar sendiri, tidak ada yang bisa dipermasalahkan. Transparansi sumber adalah kuncinya.

  • Boleh: menampilkan angka dari sumber publik seperti Google Scholar dengan menyebut sumbernya.
  • Boleh: menampilkan hanya artikel yang memang punya sitasi dan menyembunyikan yang nol.
  • Tidak boleh: mengarang atau menaikkan angka yang sebenarnya lebih rendah.
  • Tidak boleh: menampilkan sitasi dari sumber yang hanya menghitung self-citation tanpa pengungkapan.
  • Tidak boleh: mengklaim angka sebagai metrik resmi Sinta atau Scopus kalau sumbernya Scholar.

Mulai dari mana

Kalau jurnal Anda sudah punya artikel yang pernah dikutip, bahkan satu dua kali saja, Anda sudah punya bahan. Yang tersisa adalah mekanisme pengambilan dan tampilannya.

Untuk skala kecil, cek manual di Scholar lalu tampilkan sebagai daftar statis tidak ada yang salah. Untuk jurnal dengan puluhan sampai ratusan artikel, pendekatan otomatis yang memperbarui data secara berkala lebih realistis.

Yang penting dimulai. Jurnal yang menunggu sampai angka sitasinya besar sebelum menampilkannya melewatkan kesempatan untuk memulai siklus positif lebih awal.

Pertanyaan yang sering muncul

Jurnal baru belum punya sitasi, apakah masih relevan?

Untuk jurnal yang benar benar baru dan belum pernah dikutip, menampilkan daftar kosong memang tidak membantu. Tapi kebanyakan jurnal yang sudah berjalan satu dua tahun punya setidaknya beberapa artikel yang sudah dikutip. Mulai dari yang ada.

Apakah self-citation termasuk dalam angka di Google Scholar?

Ya, Scholar tidak membedakan self-citation dari external citation dalam angka totalnya. Kalau Anda khawatir soal ini, bisa menyebutkan sumber datanya dan membiarkan pembaca memverifikasi sendiri. Yang penting jangan mengklaim angka itu sebagai external citation kalau memang campuran.

Apakah sitasi termasuk indikator Sinta secara langsung?

Sistem penilaian Sinta memakai berbagai indikator dan bobotnya bisa berubah per periode. Sitasi umumnya masuk sebagai bagian dari indikator dampak, tapi bukan satu satunya penentu. Yang pasti, menampilkan bukti dampak di halaman publik memperkuat kesan pengelolaan yang baik, terlepas dari formula skoringnya.

Butuh bantuan yang lebih spesifik untuk jurnal Anda? Buka tiket bantuan.